Home » All posts
Minggu, 26 Oktober 2014
Minggu, 28 Juli 2013
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP KURIKULUM 2013
LANGKAH PENYUSUNAN RPP KURIKULUM 2013
LANGKAH-LANGKAH
PENYUSUNAN RPP
Langkah-langkah
minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran,
Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan
Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing,
namun semua merupakan suatu kesatuan.
Penjelasan
tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut.
1.
Mencantumkan
Identitas Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas, Semester, Standar
Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.
Hal yang perlu
diperhatikan adalah :
a.
RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan
Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar –
Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan)
c.
Indikator merupakan:
· ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran
bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar
· penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan
perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
· dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan
pendidikan, dan potensi daerah.
·
rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau
dapat diobservasi.
· digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian
satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan
(contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar
dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung
pada kompetensi dasarnya.
2.
Merumuskan Tujuan Pembelajaran.
Output
(hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran.
Misalnya:
Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem
peredaran darah pada manusia”
Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan
pembelajaran, misalnya peserta
didik dapat:
1. mendeskripsikan mekanisme peredaran darah
pada manusia.
2. menyebutkan bagian-bagian jantung.
3. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan
yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya.
4. mengulang kembali informasi tentang
peredaran darah yang telah disampaikan oleh gur.
Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada
baiknya tujuan pembelajaran juga
dibedakan menurut waktu pertemuan,
sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil.
3.
Menetukan Materi
Pembelajaran
Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat
diacu dari indikator.
Contoh:
Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan.
Materi pembelajaran:
Ciri-Ciri
Kehidupan:
Nutrisi, bergerak,
bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi.
4. Menentukan Metode Pembelajaran.
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat
pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada
karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.
Karena itu pada bagian
ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu
kegiatan pembelajaran peserta didik:
a. Pendekatan
pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual,
pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
b. Metode-metode yang
digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning
dan sebagainya.
5. Menetapkan
Kegiatan Pembelajaran.
a. Untuk mencapai suatu
kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan.
Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan
pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Langkah-langkah
minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah
sebagai berikut:
1. Kegiatan Pendahuluan.
·
Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang
akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan
illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan
sebagainya.
·
Apersepsi: memberikan
persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan.
·
Motivasi: Guru memberikan
gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan
dengan gempa bumi, dsb.
·
Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan
dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi
pelajaran secara garis besar.
·
Pembagian kelompok
belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai
dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).
2. Kegiatan Inti.
Berisi
langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat
mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah
tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan
perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.
Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti
dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau
noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi
internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai
waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh
jika koneksi mengalami kegagalan.
3. Kegiatan penutup
·
Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan.
·
Guru memeriksa hasil
belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau
meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau
dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai
sampelnya.
·
Memberikan arahan tindak
lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas
sebagai bagian remidi/pengayaan.
b. Sesuai dengan
karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks
sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan
inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.
6. Memilih
Sumber Belajar
Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada
dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan,
lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara
lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan.
Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam
RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya.
Jika menggunakan buku,
maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.
Jika menggunakan bahan
ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian
atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan
pembelajaran
7. Menentukan
Penilaian
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen,
dan instrumen yang dipakai
Sumber : www.m-edukasi.net
Kamis, 02 Mei 2013
Selasa, 19 Februari 2013
Cek data PTK di DAPODIK Kemdikbud
Buat rekan guru yang ingin melihat/meyakinkan bahwa data PTK di DAPODIK bisa klik link di bawah ini, yakinkan bila data anda tidak muncul hubungi operator di Sekolah anda. Silahkan kunjungi ke http://p2tkdikdas.kemdikbud.go.id/
Minggu, 10 Februari 2013
Kamis, 20 Oktober 2011
CARA MENGHITUNG SHU KOPERASI SIMPAN PINJAM
KOPERASI: CARA MENGHITUNG SHU KOPERASI
Contoh Perhitungan SHU KoperasiSesuai dengan perundang undangan kopesi Indonesia pembagian SHU KOPERASI “biasanya” dibagi atas bagian-bagian yang telah disebutkan sebelumnya. Dikatakan “biasanya” karena pembagian SHU KOPERASI tetap harus sesuai dengan keputusan anggota di RAT yang dituangkan dalam AD/ART.
Pembagian yang “ideal” dan biasa dipakai pada koperasi di Indonesia adalah sebagai berikut:
Cadangan : 40 %
SHU KOPERASI Dibagi pada anggota : 40 %
Dana pengurus : 5 %
Dana karyawan : 5 %
Dana Pembangunan Daerah kerja / Pendidikan : 5 %
Dana sosial : 5 %
Persentase penghitungan SHU KOPERASI pun ditentukan pada RAT dan harus dituangkan dalam AD/ART koperasi. Jika anggota menginginkan SHU KOPERASI dibagikan seluruhnyapun tetap boleh, tapi tentu hal ini tidak dianjurkan karena keberadaan dana cadangan dll juga sangat penting untuk keberlangsungan koperasi.
Sesuai janji saya, pada postingan kali ini saya sampaikan cara penghitungan SHU KOPERASI. Secara matematik rumusan penghitungan SHU KOPERASI adalah sebagai berikut:
SHU KOPERASI = Y+ X
Dimana:
SHU KOPERASI : Sisa Hasil Usaha per Anggota
Y : SHU KOPERASI yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi
X: SHU KOPERASI yang dibagi atas Modal Usaha
Dengan menggunakan model matematika, SHU KOPERASI per anggota dapat dihitung
sebagai berikut.
SHU KOPERASI= Y+ X
Dengan
SHU KOPERASIAE = Ta/Tk(Y)
SHU KOPERASIMU = Sa/Sk(X)
Dimana.
SHU KOPERASI: Total Sisa Hasil Usaha per Anggota
SHU KOPERASIAE : SHU KOPERASI Aktivitas Ekonomi
SHU KOPERASIMU : SHU KOPERASI Anggota atas Modal Usaha
Y : Jasa Usaha Anggota
X: Jasa Modal Anggota
Ta: Total transaksi Anggota)
Tk : Total transaksi Koperasi
Sa : Jumlah Simpanan Anggota
Sk : Simpana anggota total
Contoh:
SHU KOPERASI Koperasi A setelah Pajak adalah Rp. 1000.000,-
Jika dibagi sesuai prosentase Pembagian SHU KOPERASI koperasi seperti contoh yang disampaiakan sebelumnya maka diperoleh:
Cadangan : 40 % = 40% x Rp.1.000.000,- = Rp. 400.000,-
SHU KOPERASI Dibagi pada anggota : 40 % = 40% x Rp.1.000.000,- = Rp. 400.000,-
Dana pengurus : 5 % = 5% x Rp.1.000.000,- = Rp. 50.000,-
Dana karyawan : 5 % = 5% x Rp.1.000.000,- = Rp. 50.000,-
Dana Pembangunan Daerah kerja / Pendidikan : 5 %= 5% x Rp.1.000.000,- = Rp. 50.000,-
Dana sosial : 5 % = 5% x Rp.1.000.000,- = Rp. 50.000,-
Yang bisa dibagi kepada anggota adalah SHU KOPERASI Dibagi pada anggota : 40 %
Atau dalam contoh diatas senilai Rp.400.000,-
Maka Langkah-langkah pembagian SHU KOPERASI adalah sebagai berikut:
1. Di RAT ditentukan berapa persentasi SHU KOPERASI yang dibagikan untuk aktivitas ekonomi (transaksi anggota) dan berapa prosentase untuk SHU KOPERASI modal usaha (simpanan anggota) prosentase ini tidak dimasukan kedalam AD/ART karena perbandingan antara keduanya sangat mudah berubah tergantung posisi keuangan dan dominasi pengaruh atas usaha koperasi, maka harus diputuskan setiap tahun . Biasanya prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi ( Y) adalah 70% dan prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Modal Usaha adalah 30%. Jika demikian maka sesuai contoh diatas
Y = 70% x Rp.400.000,-
= Rp. 280.000,-
X= 30% x Rp.400.000,-
= Rp. 120.000,-
2. Hitung Total transaksi tiap anggota, total simpanan tiap anggota dan total transaksi seluruh anggota serta total simpanan seluruh anggota. Sebagai contoh kita akan menghitung SHU KOPERASI MAJID. Dari data transaksi anggota diketahui Majid bertransaksi sebesar Rp. 10.000,- dengan simpanan Rp. 5000,- sedangakan total transaksi seluruh anggota adalah Rp.10.000.000,- dengan total simpanan anggota adalah Rp.2.000.000,-
Maka
SHU KOPERASIAE Majid = Rp. 10.000,-/ Rp.10.000.000,-( Rp. 280.000,-)
= Rp. 280,-
SHU KOPERASIMU Majid = Rp. 5000,- / Rp.2.000.000,- (Rp. 120.000,-)
= Rp.300,-
3. Selesai
Contoh diatas diasumsikan bahwa 100% transaksi yang masuk ke koperasi adalah transaksi dengan anggota, padahal dalam kenyataanya pasti ada transaksi dengan non anggota.
Sejenak saksikanlah iklan KOPERASI...!!!
Kamis, 13 Oktober 2011
DOWNLOAD BSE
Halo...insan buku yang cinta belajar! BAHGURU mencoba mengajak anda yang perlu buku-buku (SMK, SMU, SD/SMP) untuk browsing sepuasnya atau sekalian sedooot...biar ilmunya buaaanyak. Silahkan kali ini BAHGURU mengarahkan kepada buku-buku BSE miliknya KEMDIKNAS RI yang termuat pada "Rumah Belajar Kemdiknas.go.id"
Jumat, 07 Oktober 2011
MENGENAL MACAM ALAT UKUR PANJANG
Baiklah sekarang postingan BAHGURU akan membahas mengenai alat ukur yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibidang ilmu fisika, terutama alat ukur panjang. Bagi anda pencari materi alat ukur panjang inilah uraiannya dan disertai gambar-gambar dan penjelasannya. Selamat membaca! Mudah-mudahan ada manfaatnya....Ok!
Mengenal Beberapa Alat Ukur Panjang.
Ada 3 macam alat ukur panjang yang sering digunakan dalam praktik pengukuran di laboratorium fisika, yaitu : mistar, jangka sorong dan micrometer skrup. Ketiga alat ukur tersebut mempunyai ketelitian yang berbeda.
Selasa, 04 Oktober 2011
Senin, 03 Oktober 2011
SOAL-SOAL LATIHAN FISIKA S M K TEKNOLOGI
Bagi siswa SMK yang mengambil kompetensi keahlian TKR dan TKJ tingkatkanlah skill kalian di bidang fisika teknologi dengan cara melakukan latihan-latihan soal. Latihan soal yang BAHGURU berikan berikut ini:
-soal I untuk Kelas X
-soal II untuk KelaS XI
-soal III untuk Kelas XII
Silahkan yang ingin menjajal kemampuan anda untuk mencobanya....!!! semoga berhasil !Minggu, 25 September 2011
fisika-smk-teknologi-jilid-3.pdf - 4shared.com - berbagi-pakai dokumen - unduh - fisika-smk-teknologi-jilid-3.pdf
fisika-smk-teknologi-jilid-3.pdf - 4shared.com - berbagi-pakai dokumen - unduh - <a href="http://www.4shared.com/document/bd37TpIV/fisika-smk-teknologi-jilid-3.html" target="_blank">fisika-smk-teknologi-jilid-3.pdf</a>
12-fisika-smk-teknologi-jilid-2.pdf - 4shared.com - berbagi-pakai dokumen - unduh - 12-fisika-smk-teknologi-jilid-2.pdf
kalo yang mau download tinggal klik aja http://www.4shared.com/document/V1FRYg-G/12-fisika-smk-teknologi-jilid-.html" target="_blank">12-fisika-smk-teknologi-jilid-2.pdf</a>
Langganan:
Postingan (Atom)








