Pages

Minggu, 28 Juli 2013

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP KURIKULUM 2013


LANGKAH PENYUSUNAN RPP KURIKULUM 2013

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP


Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian.  Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan.  

Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut.

1.        Mencantumkan Identitas Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas­, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.
Hal yang perlu diperhatikan adalah :
            a.   RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
b.   Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan)
 c.    Indikator merupakan:
 ·       ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah  mencapai kompetensi dasar
·        penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
·        dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan  potensi daerah.
·         rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
·        digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

d.   Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam   jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam  satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada  kompetensi dasarnya.  

2.      Merumuskan Tujuan Pembelajaran.

Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran.
Misalnya:
Kegiatan pembelajaran:  ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”

Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta
      didik dapat:
1.    mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia.
2.    menyebutkan bagian-bagian jantung.
3.    merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya.
4.    mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh gur.

Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga
       dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil.

3.      Menetukan Materi Pembelajaran
Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran,  dapat diacu dari indikator.
 Contoh:

Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan.

Materi pembelajaran:

Ciri-Ciri Kehidupan:

Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi.
4.      Menentukan Metode Pembelajaran.

Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.

 Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik:

a.       Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual,  
pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
b.      Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning 
dan sebagainya.

5.   Menetapkan Kegiatan Pembelajaran.

a.       Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
1.  Kegiatan Pendahuluan.
·         Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya.
·          Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan.
·          Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb.
·         Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar.
·          Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelak­sana­an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).
       2.  Kegiatan Inti.
Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.
 Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan.
      3.   Kegiatan penutup
·         Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan.
·          Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya.
·          Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi­/pengayaan.

b.      Sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.  

6.    Memilih Sumber Belajar
Pemilihan  sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan.  Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya,  sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya.

 Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.
 Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran

7.    Menentukan Penilaian

Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai 

Sumber : www.m-edukasi.net

Selasa, 19 Februari 2013

Cek data PTK di DAPODIK Kemdikbud

 http://116.66.201.163:8083/assets/images/small-unsharp-flat.png


 Buat rekan guru yang ingin melihat/meyakinkan bahwa data PTK di DAPODIK bisa klik link di bawah ini, yakinkan bila data anda tidak muncul hubungi operator di Sekolah anda. Silahkan  kunjungi ke  http://p2tkdikdas.kemdikbud.go.id/

Kamis, 20 Oktober 2011

CARA MENGHITUNG SHU KOPERASI SIMPAN PINJAM



KOPERASI: CARA MENGHITUNG SHU KOPERASI 

Contoh Perhitungan SHU Koperasi
Sesuai dengan perundang undangan kopesi Indonesia pembagian SHU KOPERASI “biasanya” dibagi atas bagian-bagian yang telah disebutkan sebelumnya. Dikatakan “biasanya” karena pembagian SHU KOPERASI tetap harus sesuai dengan keputusan anggota di RAT yang dituangkan dalam AD/ART.

Pembagian yang “ideal” dan biasa dipakai pada koperasi di Indonesia adalah sebagai berikut:


Cadangan : 40 %

SHU KOPERASI Dibagi pada anggota : 40 %

Dana pengurus : 5 %

Dana karyawan : 5 %

Dana Pembangunan Daerah kerja / Pendidikan : 5 %

Dana sosial : 5 %


Persentase penghitungan SHU KOPERASI pun ditentukan pada RAT dan harus dituangkan dalam AD/ART koperasi. Jika anggota menginginkan SHU KOPERASI dibagikan seluruhnyapun tetap boleh, tapi tentu hal ini tidak dianjurkan karena keberadaan dana cadangan dll juga sangat penting untuk keberlangsungan koperasi.

Sesuai janji saya, pada postingan kali ini saya sampaikan cara penghitungan SHU KOPERASI. Secara matematik rumusan penghitungan SHU KOPERASI adalah sebagai berikut:


SHU KOPERASI = Y+ X

Dimana:

SHU KOPERASI : Sisa Hasil Usaha per Anggota

Y : SHU KOPERASI yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi

X: SHU KOPERASI yang dibagi atas Modal Usaha

Dengan menggunakan model matematika, SHU KOPERASI per anggota dapat dihitung
sebagai berikut.

SHU KOPERASI= Y+ X


Dengan
SHU KOPERASIAE = Ta/Tk(Y)
SHU KOPERASIMU = Sa/Sk(X)

Dimana.

SHU KOPERASI: Total Sisa Hasil Usaha per Anggota
SHU KOPERASIAE : SHU KOPERASI Aktivitas Ekonomi
SHU KOPERASIMU : SHU KOPERASI Anggota atas Modal Usaha

Y : Jasa Usaha Anggota

X: Jasa Modal Anggota

Ta: Total transaksi Anggota)

Tk : Total transaksi Koperasi

Sa : Jumlah Simpanan Anggota

Sk : Simpana anggota total

Contoh:
SHU KOPERASI Koperasi A setelah Pajak adalah Rp. 1000.000,-

Jika dibagi sesuai prosentase Pembagian SHU KOPERASI koperasi seperti contoh yang disampaiakan sebelumnya maka diperoleh:

Cadangan : 40 % = 40% x Rp.1.000.000,- = Rp. 400.000,-

SHU KOPERASI Dibagi pada anggota : 40 % = 40% x Rp.1.000.000,- = Rp. 400.000,-

Dana pengurus : 5 % = 5% x Rp.1.000.000,- = Rp. 50.000,-

Dana karyawan : 5 % = 5% x Rp.1.000.000,- = Rp. 50.000,-

Dana Pembangunan Daerah kerja / Pendidikan : 5 %= 5% x Rp.1.000.000,- = Rp. 50.000,-

Dana sosial : 5 % = 5% x Rp.1.000.000,- = Rp. 50.000,-

Yang bisa dibagi kepada anggota adalah SHU KOPERASI Dibagi pada anggota : 40 %
Atau dalam contoh diatas senilai Rp.400.000,-

Maka Langkah-langkah pembagian SHU KOPERASI adalah sebagai berikut:

1. Di RAT ditentukan berapa persentasi SHU KOPERASI yang dibagikan untuk aktivitas ekonomi (transaksi anggota) dan berapa prosentase untuk SHU KOPERASI modal usaha (simpanan anggota) prosentase ini tidak dimasukan kedalam AD/ART karena perbandingan antara keduanya sangat mudah berubah tergantung posisi keuangan dan dominasi pengaruh atas usaha koperasi, maka harus diputuskan setiap tahun . Biasanya prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi ( Y) adalah 70% dan prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Modal Usaha adalah 30%. Jika demikian maka sesuai contoh diatas

Y = 70% x Rp.400.000,-
= Rp. 280.000,-

X= 30% x Rp.400.000,-
= Rp. 120.000,-

2. Hitung Total transaksi tiap anggota, total simpanan tiap anggota dan total transaksi seluruh anggota serta total simpanan seluruh anggota. Sebagai contoh kita akan menghitung SHU KOPERASI MAJID. Dari data transaksi anggota diketahui Majid bertransaksi sebesar Rp. 10.000,- dengan simpanan Rp. 5000,- sedangakan total transaksi seluruh anggota adalah Rp.10.000.000,- dengan total simpanan anggota adalah Rp.2.000.000,-

Maka
SHU KOPERASIAE  Majid = Rp. 10.000,-/ Rp.10.000.000,-( Rp. 280.000,-)
= Rp. 280,-
SHU KOPERASIMU Majid = Rp. 5000,- / Rp.2.000.000,- (Rp. 120.000,-)
= Rp.300,-

3. Selesai

Contoh diatas diasumsikan bahwa 100% transaksi yang masuk ke koperasi adalah transaksi dengan anggota, padahal dalam kenyataanya pasti ada transaksi dengan non anggota.

 Sejenak saksikanlah iklan KOPERASI...!!!

Kamis, 13 Oktober 2011

DOWNLOAD BSE

Halo...insan buku yang cinta belajar! BAHGURU mencoba mengajak anda yang perlu buku-buku (SMK, SMU, SD/SMP) untuk browsing sepuasnya atau sekalian sedooot...biar ilmunya buaaanyak. Silahkan kali ini BAHGURU mengarahkan kepada  buku-buku BSE miliknya KEMDIKNAS RI yang termuat pada "Rumah Belajar Kemdiknas.go.id"

Jumat, 07 Oktober 2011

MENGENAL MACAM ALAT UKUR PANJANG

Baiklah sekarang postingan BAHGURU akan membahas mengenai alat ukur yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibidang ilmu fisika, terutama alat ukur panjang. Bagi anda pencari materi alat ukur panjang inilah uraiannya dan disertai gambar-gambar dan penjelasannya. Selamat membaca! Mudah-mudahan ada manfaatnya....Ok!
Mengenal  Beberapa Alat Ukur Panjang.
Ada 3 macam alat ukur panjang yang sering digunakan dalam praktik pengukuran di laboratorium fisika, yaitu : mistar, jangka sorong dan micrometer skrup. Ketiga alat ukur tersebut mempunyai ketelitian yang berbeda. 

Senin, 03 Oktober 2011

SOAL-SOAL LATIHAN FISIKA S M K TEKNOLOGI


Bagi siswa SMK yang mengambil kompetensi keahlian TKR dan TKJ tingkatkanlah skill kalian di bidang fisika teknologi dengan cara melakukan latihan-latihan soal. Latihan soal yang BAHGURU berikan berikut ini:
-soal I untuk Kelas X
-soal II untuk KelaS XI
-soal III untuk Kelas XII
Silahkan yang ingin  menjajal kemampuan anda untuk mencobanya....!!! semoga  berhasil !

Minggu, 25 September 2011

Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Jilid 3

Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Jilid 2

Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Jilid 1

fisika-smk-teknologi-jilid-3.pdf - 4shared.com - berbagi-pakai dokumen - unduh - fisika-smk-teknologi-jilid-3.pdf

fisika-smk-teknologi-jilid-3.pdf - 4shared.com - berbagi-pakai dokumen - unduh - <a href="http://www.4shared.com/document/bd37TpIV/fisika-smk-teknologi-jilid-3.html" target="_blank">fisika-smk-teknologi-jilid-3.pdf</a>

12-fisika-smk-teknologi-jilid-2.pdf - 4shared.com - berbagi-pakai dokumen - unduh - 12-fisika-smk-teknologi-jilid-2.pdf

kalo yang mau download tinggal klik aja http://www.4shared.com/document/V1FRYg-G/12-fisika-smk-teknologi-jilid-.html" target="_blank">12-fisika-smk-teknologi-jilid-2.pdf</a>

kelas10_smk_fisika-smk-teknologi_endarko.pdf - 4shared.com - berbagi-pakai dokumen - unduh - kelas10_smk_fisika-smk-teknologi_endarko.pdf

kelas10_smk_fisika-smk-teknologi_endarko.pdf - 4shared.com - berbagi-pakai dokumen - unduh - <a href="http://www.4shared.com/document/yflCrsQy/kelas10_smk_fisika-smk-teknolo.html" target="_blank">kelas10_smk_fisika-smk-teknologi_endarko.pdf</a>